dekuliner

Archive for the ‘Review’ Category

Topik Siang, Antv

In Review on July 25, 2011 at 3:59 am

Karena hari ini super sibuk, harus kejar cepat sana-sini, Dekuliner akan membahas singkat liputan TopikSiang ANTV pada hari Jumat, 15 Juli 2011 : )

Berawal dari penelpon gelap, gak deng gak tau siapa telp ke pihak Dekuliner untuk menanyakan kesediaan Dekuliner untuk diliput secara refleks dan senang gegap gempita Dekuliner menerima tawaran tersebut.

Dan bagi yang penasaran gimana live-nya? Tunggu upload-an Dekuliner via Youtube yah

Advertisements

Festival Kuliner Balutan Bintang

In Review on July 5, 2011 at 1:55 pm

Ada beberapa festival kuliner yang Dekuliner ikuti beberapa minggu kemarin. Dekuliner menghadiri Festival Kuliner Tangerang Selatan dan Festival Kuliner Sahid.

Setiap festival, memiliki ciri khas dan konsep yang sangat menarik. Ini lah yang diangkat dalam post ini.

Festival Kuliner Tangerang Selatan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Tangerang Selatan menonjolkan ‘Pesta Rakyat’, dimana diselenggarakan di Taman Kota BSD II. Lapangan bak sepak bola ini disulap menjadi arena bermain anak-anak serta lengkap dengan jajanan ala kadarnya. Walaupun tidak semua peserta bazar menjual jajanan kuliner, ada juga yang menjual baju, mainan, dan beberapa aksesoris lainnya.

Yang paling Dekuliner suka dalam acara ini, kental dengan perpaduan budaya betawi dengan sunda. Pengisi acara serta mc lengkap mengenakan ala Abang None Jakarta. Ada juga pencak silat dari beberapa kampung sekitar Tangerang Selatan. Yag paling fantastis, mampu memboyong beberapa kelompok gambang keromong. Menarik.

Adapula malam setelah Kuliner Tangerang Selatan, Dekuliner menikmati fasilitas yang disuguhkan oleh Festival Kuliner Sahid. Yap, Dekuliner menginap di Grand Sahid Jaya dibilangan Sudirman.

Buat se-kelas band Dekuliner, fasilitas ini cukup mewah dan membanggakan karena diapresiasikan begitu tinggi oleh panitia tersebut.Terimakasih loh, mas-mbak panitia : P

Berbeda jauh dengan konsep dengan yang ini, festival disini menonjolkan betapa limitasi waktu dan kerapihan sebuah acara diperhitungkan. Semua serba mewah ala hotel. Jajanan kulinernya pun lebih beragam tidak terbatas dengan sebuah kekhasan cita rasa suatu satu daerah.

Dekuliner sempat mencicipi makanan yang mencampur dengan minuman: Asinan Es Krim!

Asinan Es Krim ini benar-benar unik karena memiliki perpaduan rasa asam-manisnya asinan dicampur dengan lezatnya es krim vanilla, coklat, strawberry.

Harganya hanya 6.000

Letak asinan es krim ini di daerah Rawamangun, depan apotik Rini.

Lanjut pembahasan acara, acara yang dihadiri mayoritas ibu-ibu dan anak-anak TK berakhir pada jam 3 sore. Dekuliner juga beruntung dapat berangkul hangat dengan Pak Bondan. Satu lagi, Dekuliner tidak akan hadir apabila Pak Bondan tidak me-reply tweet Dekuliner. Ahhh, makasih Pak Bondan.

Simply Pantry, Weekend Jammz Bandung

In Review on June 9, 2011 at 2:35 am

apple caramelized by Simply Pantry

Perjalanan malam jumat ini dimulai..

Sekitar jam 21.00, dekuliner udah siap berkumpul di daerah Depok Lama, di bilangan Dipo. Dekuliner konvoy 2 mobil karena Acil dan Gege (para cipneng) ikut menemani Dekuliner ditambah lagi dengan satu cowo maco masa kini, Ardan 🙂

Perjalanan antara Depok ke Bandung cukup bersemangat dan singkat hanya butuh 1 jam lebih sedikit untuk mencapai Braga. Yah, Dekuliner menginap disalah satu apartemen di Braga, Braga City Walk. Semangat penuh gegap gempita, karena langsung berenang-renang di tepian kolam. Malam yang panjang dan sudah dipastikan tidak tidur sama sekali.

Keesokannya, Dekuliner bersiap-siap untuk manggung di Simply Pantry Jl. Karapitan no.78, Bandung dekat Martabak San Fransisco.

Sebelumnya Dekuliner jalan-jalan ke daerah alun-alun untuk jalan-jalan menikmati siang hingga sore disana. Dekuliner menikamati es duren khas bandung, siomay khas bandung, batagor khas bandung, untung aja air putih bukan khas bandung. Serba Khas Bandung.

Dibelakang masjid, baru Dekuliner sadar bahwa ada syurga sepatu murah-murah, harganya pun variatif dari 55.000-110.000 rupiah sudah bisa dapat knickers, heels, dan berbagai macam flat shoes ala Bandung Handmade disajikan. Kalau harga tas, tas rajutan, gradasi, tie dyed sekitar 20.000-25.000. Cukup murah dan bikin sedikit rada kalap!

Sesampainya di Simply Pantry, Dekuliner yang saat itu bermain bareng ‘Tiga Tempe’ — menurut Dekuliner, yah mirip depapepe kali yah? seru sekali, apalagi logat bahasa disana kental dengan etnis sunda. Doni as usual, dia selalu lupa bawa kotak-drum-kecil-ajaib nya!!!

SERU! Dekuliner disajikan berbagai macam menu khas Simply Pantry seperti:

-Apple Caramelized

-Quiche Loraine

-Mie Jawa

Semua dilahap dengan liar, hahahaha :)) Modal buat perjalanan ke Jakarta.

Dekuliner mampir sebentar di masjid, lalu dilanjutkan dengan perjalanan pulang ke Jakarta. Semua baik-baik aja sampai suatu ketika ada yang ‘nebeng’ tanpa sebab meninggalkan wangi khas kelapa muda, dan menyentuh Gege yang saat itu sedang PMS.

Tapi Alhamdulillah, karena langsung membaca Al-Fatiha sebanyak-banyaknya, Dekuliner pulang dengan selamat dan perjalanan Bandung ditutup dengan bersarapan pagi di Ampera 2-tak, Cikini.

Mengasah otak kanan dalam Pagelaran Seni

In Review on May 28, 2011 at 1:20 pm

Tampil di Pensi? Biasa aja kan?

Pentas seni, merupakan ajang apresiasi seni bagi para pelajar di Indonesia maupun di luar sana. Pensi biasanya diselenggarakan pada akhir masa pelajaran. Semua tampil dan menunjukan ekspresi dari tunjuk tari, seni, serta bermusik.

Pagelaran seni kali ini menghantarkan Dekuliner beserta lainnya dengan pengalaman spiritual.

Ada otak kanan, kiri dan tengah. Tuhan Maha Adil

Sepanjang duapuluh tahun mengabdi sebagai pahlawan tanpa jasa, belum sempat saya merasakan puas dengan kinerja otak kanan siswa-siswi disini. Sekolah kami terpengarah dalam satu keterbatasan: Musik adalah haram.

Alhamdulillah, semua personnel Dekuliner beragama Islam. Pelarangan bermusik yang berdasarkan agama? Cukup menguras tenaga dan pikiran apabila kita mencari solusi. Sebut saja ini sebagai pengasahan otak kanan.

Asah otak kanan sambil berkuliner bersama lewat alunan melodi.

“istirahatlah otak kiri sebentar biarkan aku yang bekerja untuk menampilkan yang terbaik bagi diriku sendiri.”

Otak kiri berfungsi dalam hal-hal yang berhubungan dengan logika, rasio, kemampuan menulis dan membaca, serta merupakan pusat matematika. Bagian otak ini merupakan pengendali intelligence quotient(IQ). Daya ingat otak bagian ini juga bersifat jangka pendek.

Sementara itu otak kanan berfungsi dalam perkembangan emotional quotient (EQ). Misalnya sosialisasi, komunikasi, interaksi dengan manusia lain serta pengendalian emosi. Pada otak kanan ini pula terletak kemampuan intuitif, kemampuan merasakan, memadukan, dan ekspresi tubuh, seperti menyanyi, menari, dan melukis. -Kompas, 26 Juli 2010, Memahami Fungsi Otak Kanan dan Kiri

Keberlangsungan pensi tadi siang cukup mengugah emosional setiap personnel Dekuliner, gelak tawa, nyanyi bersama, merasakan kebahagian tanpa beban. Bahagia dengan kesuksesan otak kanan bekerja.

Dear, Pak Kepsek yang-entahlah-namanya-siapa

Terimakasih yah pak, bapak sangat sadar dengan kemampuan otak kanan Dekuliner dan siswa-siswi lainnya. Semoga sukses selalu dan sehat wal’afiat. Manusia tidak dapat menginjakan keadilan secara 100% terbukti benar biarlah Tuhan yang bekerja dengan mesin penjawabnya, waktu. Tak usah gusar, niat baik selalu berbuah manis.

Pedemu Negeri, refleksi kebangkitan pemuda Indonesia

In Review on May 28, 2011 at 12:33 pm

Acara pedemu negeri yang telah berlangsung di kafe daerah Melawai membawa dekuliner larut dalam nasionalisme. Kesadaran nasionalisme yang memang seharusnya tertanam sejak kecil tidak tersadar muncul.

“Kami ingin Indonesia bangkit dan berkarya”

Perwujudan itu dapat berupa sebuah pergerakan komunitas yang pede dengan kekayaan negerinya sendiri. Alangkah bangganya ketika seorang warga negara indonesia, apalagi yang biasanya masih muda menulis status: Off to Singapore, Off to KL, Off to Auseey.

Teman-teman muda, mungkin kalian lupa bagaimana cara menikmati khas nusantara?

Pedemu negeri, sebuah komunitas nasionalisme Indonesia yang berkonsisten dalam karya-karya anak bangsa. Dekuliner merasa sangat terhormat, tersanjung serta bangga menjadi salah satu pelopor dari acara perdana Kopdar Pedemu Negeri kemarin malam.

“Fer, lo udah dimana?”

Ferri, vokalis Dekuliner memang dikatakan cukup sibuk dengan kerjaannya. Oke, buat clue: dia adalah Account Executive disalah satu stasiun televisi berita milik politisi yang berewokan! *ketebak banget kan pastinya!*

Ferri selalu memiliki masalah dalam jam kerja yang mungkin bisa dibilang, jahanam luarbiasa, apabila iklan masuk jam 1 pagi pun, ferri harus langsung ke kantor ngambil materi urus Purchase Order dan bisa langsung tayang iklannya. Ya, kira-kira begitulah kerjanya! Ferri telat datang sehingga Dekuliner yang seharusnya tampil jam 8 malam, menjadi jam 9 malam.

Walaupun Dekuliner terlambat tapi tetep senengkan yayayaya! *maksa jawab iya!!!

Sesampainya disana pasukan kaos merah terasa, merah artinya berani. Jadi ingat, bendera merah-putih kita ya Indonesia yang artinya berani. Berani tampil pede untuk berkarya.

Lagu-lagu yang disajikan oleh dekuliner ludes semua ditampilkan. Bubur ayam dan Sate Padang merupakan andalah Dekuliner. Sedikit selingan dengan kuis-kuis Pedemu Negeri.

Malam yang menakjubkan. malam bersejarah bagi Dekuliner. Berbaur dengan sesama nasionalis tanpa rasa pandang suku, agama, rasis maupun yang lainnya. Inilah Indonesia, menyatukan segala karya dalam satu visi: Bangkit dan Bergerak!

Salam merdeka bagi kita semua.
Sukses Pedemu Negeri

nb.
http://www.pedemunegeri.com

TRANSTUBE

In Review on May 18, 2011 at 2:33 am

Ayo cek video Dekuliner kami di Transtube : )

Ngaskus-radio gan! Tangkep cendol! Jangan dibata! Doain cepet ISO!

In Review on May 11, 2011 at 2:16 am

ane masuk KASKUS GAN ; )

http://kaskusradio.com/dekuliner/

Dekuliner tericih-icih di Maja House

In Review on May 9, 2011 at 1:04 pm

“MAICIH! penggemarnya namanya ichiherss”

Begitulah kira-kira reff lagu dari Maicih, hmm maaf ya belum bisa dipublikasikan, unduh Sate Padang aja yuk dulu *tetep!*

Bandung.

Perjalanan dari rumah masing-masing jam 05.00 pagi, sabtu pasti gudangnya macet! kami harus bersiap lebih awal dalam menghadapi kota kembang satu ini, cukup dengan 2 jam, kami sudah sampai BANDUNG! tapi dimana Maja House nya? Ohya belum diceritakan yah, kami ke Bandung dalam rangka ulang tahun pertama MAICIH.

sedikit info Maicih adalah:

Keripik Maicih, atau keripik setan, belakangan ini menjadi buruan para penggemarnya. Keripik singkong ini terkenal dengan rasanya yang pedas. Bentuknya seperti keripik singkong biasa, hanya saja ditaburi atau diselimuti dengan bubuk-bubuk lada yang terlihat dengan jelas. Ada beberapa level kepedasannya, dari level 1 – level 10. Semakin besar angkanya, semakin pedas dan terbatas serta semakin ditunggu-tunggu oleh penggemarnya. -Serkadus Ide Blogging-

Kami pernah makan Maicih, apalagi semua dari kami suka pedes, tergila-gila. OK, kami sangat suka pedas dari vokalis, bassist, gitaris, drummer, tukang jaga sendal jepit, tukang kabel, tukang cekson, hahaha suka pedas : P

Lanjut ke cerita, setelah tanya sana sini ternyata sampailah kami ke MAJA HOUSE!

Tata lampu, panggung sedang dibereskan oleh para panitia, yang sekaligus dipanggil oleh JENDRAL sebutan untuk para reseller Maicih. Untung aja gak ada emak, si pembuat maicih yang konon nenek yang memberi resep magic hingga hingga tericih-icih!

*promosi*

Saat kita mau check sound tiba-tiba dan TERNYATA: “mas, drummnya kan emang gak ada” eng ing eng, si donni drummer dekuliner pasrah dan bilang, “yaudah gak apa-apa, gue fotografer aja hari ini” — kejadian ala sinetron persahabatan pun tidak ter-elah-kan, ngok!

UNTUNGNYA, para panitia sigap mengambil tindakan untuk menyewa alat perkusi alternatif karena bukan Dekuliner doang kan yang berkonsepnya band ada juga lainnya. dan ada lagi yang lebih untungnya, Dekuliner band pembuka SM*SH entahlah kenapa mesti dibintangin! aydonosowel!

Ya, alhamdulillah respon positif dari penonton Bandung yang rata-rata berusia abege, nungguin Dekuliner manggung sampe ada yang pingsan, cubit-cubitin, cakar-cakarin, ngga deng lebay! hahaha. Mereka nyanyi bareng saat reff Maicih loh, lucu yah padahal belum pernah denger : P

Dekuliner makasih buat Jendral Cici dan Jendral Fajar atas bantuannya dari awal sampai akhir acara, sukses buat Maicihnya heh.

Dekuliner tericih-icih

Review musik dari Minangkabau (Padang On Stage)

In Review on May 9, 2011 at 12:11 pm


Band indie yang berasal dari Jakarta ini mencoba mengedepankan ciri khas mereka dalam bermusik, termasuk dalam lirik-lirik lagunya. Sesuai dengan namanya, Dekuliner mengangkat lirik-lirik lagu yang bertemakan makanan dan minuman dengan genre rock/blues/country. Dengan formasi Feri (vocal), Apit (gitar), rangga (gitar), Rizki (bass), dan Donny (drum), Dekuliner menawarkan citarasa baru dalam konsep musiknya. Unik, satu kata yang pas untuk band ini.
Single mereka yang berjudul “sate padang” terasa sangat kental dengan rock blues dengan sedikit sentuhan unsur etnik. Permainan slide untuk bagian fill guitar terasa sangat pas dengan nuansa lagu yang membuat lapar. Namun pada bagian distorsi terasa cukup tebal untuk lagu bernuansa blues.

Secara keseluruhan aransemen lagu ini tak terasa asing di telinga, mungkin karena vocal yang belum terasa berkarakter. Durasi yang lagu hanya 2menitan terasa cukup singkat, karena membuat lagu berlirik makanan memang cukup sulit. Walau demikian, lagu “sate padang” ini bisa menjadi salah satu referensi buat kalian yang suka dengan indie blues. 

balas:

Ahhh senangnya, ada yang memberikan masukan positive demi perbaikan segala usaha keras dalam bermusik kami, ya kesempurnaan milik Allah dan apabila Dekuliner punya salah kata atau kekurangan mohon dimaafkan. Dekuliner show, show, show *dorce show kali ah* : P

Tapi serius, ini memicu kami untuk berkarya lebih baik terimakasih khusus untuk Padang On Stage dan kontributor awak minang kito iko, Valentino Esa. Selalu sukses musik minang dan berbagai kuliner lainnya.

Dekuliner cinta Indonesia!

DOYANMAKAN.COM — FITUR-BANNER-ARTIKEL

In Review on May 9, 2011 at 11:54 am

Satu lagi kami di interview oleh doyanmakan.com : )

Semoga masyarakat Indonesia tahu bahwa Dekuliner menikmati musik dalam sebuah esensial kuliner.